warna

Blue Fire Pointer

Jumat, 10 Januari 2020

KERUGIAN SEDIAAN INJEKSI

  1. Pemberian obat secara parenteral sangat berkaitan dengan ketentuan prosedur aseptik dengan rasa nyeri pada lokasi penyuntikan yang tidak selalu dapat dihindari serta harganya relatif lebih mahal karena manufaktur dan pengemasan.
  2. Bila obat telah diberikan secara parenteral, sukar sekali untuk menghilangkan/merubah efek fisiologisnya karena obat telah berada dalam sirkulasi sistemik dan harus dilakukan oleh personel yang terlatih
  3. Masalah lain dapat timbul pada pemberian obat secara parenteral seperti septisema, infeksi jamur, inkompatibilitas karena pencampuran sediaan parenteral dan interaksi obat.
  4. Persyaratan sediaan parenteral tentang sterilitas, bebas dari partikulat, bebas dari pirogen, dan stabilitas sediaan parenteral harus disadari oleh semua personel yang terlibat.

Setelah membahas kerugian dari sediaan injeksi, adapun cara - cara penyuntikan injeksi. Yuk mari kita mempelajari macam - macam cara penyuntikan tersebut !!

INJEKSI INTRAKUTAN ( I.K / I.C ) ATAU INTRADERMAL

Dimasukkan ke dalam kulit yang sebenarnya, digunakan untuk diagnosa. Volume
yang disuntikkan antara 0,1 - 0,2 ml, berupa larutan atau suspensi dalam air.



INJEKSI SUBKUTAN ( S.K / S.C ) ATAU HIPODERMIK

Disuntikkan ke dalam jaringan di bawah kulit ke dalam alveolar, volume yang
disuntikkan tidak lebih dari 1 ml. 

Umumnya larutan bersifat isotonik, pH netral, bersifat depo (absorpsinya lambat). 
Dapat diberikan dalam jumlah besar (volume 3 - 4 liter/hari dengan penambahan enzym hialuronidase), bila pasien tersebut tidak dapat diberikan infus intravena. Cara ini disebut "Hipodermoklisa".



INJEKSI INTRAMUSKULAR ( I.M )

Disuntikkan ke dalam atau diantara lapisan jaringan / otot. 
Injeksi dalam bentuk larutan, suspensi atau emulsi dapat diberikan secara ini. Yang berupa larutan dapat diserap dengan cepat, yang berupa emulsi atau suspensi diserap lambat dengan maksud untuk mendapatkan efek yang lama. 
Volume penyuntikan antara 4 - 20 ml, disuntikkan perlahan-lahan untuk mencegah rasa sakit.



INJEKSI INTRAVENUS ( I.V )

Disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah vena. 
Bentuknya berupa larutan, sedangkan bentuk suspensi atau emulsi tidak boleh, sebab akan menyumbat pembuluh darah vena tersebut. 
Dibuat isotonis, kalau terpaksa dapat sedikit hipertonis (disuntikkannya lambat / perlahan-lahan dan tidak mempengaruhi sel darah): volume antara 1 - 10 ml. Injeksi intravenus yang diberikan dalam dosis tunggal dengan volume lebih dari 10 ml, disebut "infus intravena/Infusi/Infundabilia". 
Infusi harus bebas pirogen dan tidak boleh mengandung bakterisida, jernih, isotonis.
Injeksi I.V dengan volume 15 ml atau lebih tidak boleh mengandung bakterisida
Injeksi I.V dengan volume 10 ml atau lebih harus bebas pirogen.



INJEKSI INTRAKOR / INTRAKARDIAL ( I.KD )

Disuntikkan langsung ke dalam otot jantung atau ventriculus, tidak boleh mengandung
bakterisida, disuntikkan hanya dalam keadaan gawat.



INJEKSI INTRAARTERIUM ( I.A )

Disuntikkan ke dalam pembuluh darah arteri / perifer / tepi, volume antara 1 - 10 ml, tidak boleh mengandung bakterisida.